24 Februari 2024

beritakitanews.com

Informasi Terkini dan Terupdate

Massa SCW dan “Suruhan Kontraktor” Nyaris Baku Hantam

Banyuasin, beritakitanews.com – Aksi damai belasan massa yang tergabung dalam Sriwijaya Corruption Watch (SCW), berlangsung menegangkan, Kamis (24/6/2021) pagi.

Itu setelah salah koordinasi aksi, Sanusi dihadang sejumlah orang diduga utusan oknum kontraktor, ketika hendak menuju Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuasin.

Massa ini sebelumnya sempat diterima Asisten 3 Serta Banyuasin, Babul Ibrahim. Saat hendak meninggalkan kantor Bupati, peristiwa adu pukul terjadi.

Beruntung kejadian tersebut tak berlangsung lama, setelah aparat dari kepolisian dan Satpol PP Banyuasin melerai kejadian itu.

“Salah paham bae,” ujar salah satu peserta aksi massa ditemui awak media di lokasi kejadian.

SCW sendiri dikomandoi Sanusi dan Heri Duk mendatangi kantor Bupati Banyuasin terkait dugaan permainan proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

“Dalam lelang proyek di Disdik Banyuasin, diduga ada unsur KKN,” ujar Sanusi dalam orasinya.

Dugaan itu menyasar kepada salah satu ASN di Disdik Banyuasin berinisial IS yang mengatur dan mengarahkan pemenang tender proyek.

“Maka dari itu kami meminta kepada Bupati Banyuasin H Askolani untuk membentuk sistem pengawasan terhadap pelaksanaan tender pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk kegiatan proyek pada tahun 2021,” beber Sanusi.

Selain itu, massa juga meminta Bupati Banyuasin untuk melakukan evaluasi dan mereshuffle jabatan Kepala Dinas Kebudayaan Pendidikan Banyuasin dan Pejabat Pembuat Komitmen PPK di semua kegiatan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin.

“Kami mendesak untuk menghentikan proses pelaksanaan tender pengadaan barang dan jasa di Disdik Banyuasin,” tegas dia.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan Banyuasin Agus Suherwan mengatakan kalau pemenang lelang belum ada.

“Semua masih proses lelang,” katanya.

DIa menambahkan proses lelang juga sudah sesuai aturan, dimana dalam Proses lelang boleh diikuti siapa saja.

Laporan : yansa