14 Juli 2024

beritakitanews.com

Informasi Terkini dan Terupdate

Dinas Pertanian PALI Gelar Panen Raya Tahap Dua

Pali,  beritakitanews.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama Kelompok Tani Sumber Pangan mengadakan kegiatan Panen Raya di lahan persawahan seluas 45 Hektar, berlokasi di Desa Sumberjo, Keluruhan Talang Ubi Utara, Kamis (11/03/2021).

Dalam acara Panen Raya tersebut hadir juga, Kapolsek Talang Ubi Kompol Alpian Nasution, perwakilan dari Danramil Talang Ubi, Perwakilan dari Bank Sumselbabel cabang Pendopo serta perwakilan Lurah Talang Ubi Utara dan sejumlah PPL Pertanian yang ada di Kabupaten PALI.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, mengatakan bahwa Panen Raya hari ini merupakan panen tahap kedua yang mana pada tahap kesatu berlokasi di Madu Kincing Kecamatan Penukal Utara, PALI.

“Panen raya Kali ini merupakan panen IP 200 yang mana dalam satu tahun bisa dua Kali panen, di lahan Sumberjo ini merupakan persawahan yang mekanisme nya tadah hujan dan irigasi,”ungkapnya.

Ahmad Joni Berharap, dikabupaten PALI kesedian pangan tercukupi dimasa pandemik covid 19 ini.

“Ditengah wabah Covid 19 ini Kabupaten PALI mengutamakan cadangan pangan agar ketersedian pangan didaerah kita sedikit banyaknya bisa tercukupi, dari itu kita berharap pada para petani yang tanaman padi, untuk menghadapi musim kemarau dan hari-hari besar agama islam, kebutuhan pangan mereka dapat tercukupi,” tambahnya.

Pihaknya akan mengawal serta menyediakan bantuan bibit dan pupuk, baik untuk penanaman kembali maupun penjualan hasil panen. “Sudah dibicarakan lintas sektor, Bulog, Dinas Ketahanan Kangan dan Dinas Perdagangan Perindustrian akan direncanakan dan disiapkan gudang. Sehingga hasil panen dari petani di kabupaten PALI bisa dijaga harga, dan stoknya nanti,” tutupnya.

Sementara itu, Bawi ketua kelompok tani Sumber Pangan menyampaikan bahwa kendala lahan sawah di ujung Sumberjo yakni saluran irigasi ada yang bocor.

“Cek dam (saluran irigasi, red) masih bocor, serta dari 70 ha lahan yang ada disini, yang baru digarap hanya 45 ha, sisanya masih belukar. Selain itu, kami juga mengeluhkan ada beberapa oknum warga yang mencari ikan dengan digarap setrum, itu sungguh merusak ekosistem yang ada di sawah. Harapan kami agar pihak terkait bisa segera membantu kami,” pungkasnya. (**)