18 Juni 2024

beritakitanews.com

Informasi Terkini dan Terupdate

Bupati Banyuasin Lakukan Vaksinasi Sinovac Pertama 

Banyuasin, beritakitanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin Launching Vaksinasi Sinovac tahap pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Desa Seterio, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Rabu (27/01/2021).

Vaksinasi ini pertama kali diberikan kepada Bupati Banyuasin Askolani, kemudian diikuti Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, Sekda Banyuasin Senen Har, Kejari Banyuasin Mochammad Jeffri, Dandim 0430 Banyuasin Letkol Arm Farid Hidayat dan beberapa unsur Forkopimda terkait.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan vaksinasi ini dilakukan dalam 2 dosis dalam 2 kali penyuntiikan. Tahap pertama pada hari ini pertama Rabu, 27 Januari 2021 dan selanjutnya tahap kedua akan dilakukan Selasa, 9 Februari 2021.

“Pada tahap pertama ini ada 3129 tenaga kesehatan dan 15 orang pejabat publik yang divaksin dari jumlah 5400 vaksin yang kita dapatkan,”ujarnya.

Dikatakan Askolani, vaksin ini tiba di Dinas Kesejahteraan (Dinkes) pada senin (25/01/2021) kemarin dan sudah di distribusikan ke 42 fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah di tunjuk.

“Pelaksanaan Vaksinasi dilakukan 42 fasilitas pelayanan kesehatan, yaitu 33 Puskesmas dan 6 rumah sakit di Kabupaten Banyuasin, RSUD Banyuasin, RS Rivai Abdullah Mariana, RS Hermina Jakabaring, RS Bunda Medika, RS pratama Sukajadi, RS Makarti Jaya dan 3 Klinik di Polres, Yon Zikon dan SPN Betung,”jelasnya.

Askolani menghimbau kepada masyarakat yang tidak mau vaksin agar jangan ragu – ragu. Dengan divaksin maka menjadi lebih percaya diri, lebih aman dalam beraktivitas. Adanya kekhawatiran masyarakat hanya ketidaktahuan dan ketidakpahaman mereka terhadap vaksin yang dilaksanakan.

“Memang dari pemerintah tidak ada permaksaan, tapi yang sudah vaksin ada sertifikat dan kartu vaksin, ketika ada syarat untuk penebangan dan aktivitas tertentu tertentu bisa digunakan,”katanya.

Mengenai Adanya anggapan harga vaksin yang beragam harganya dan kualitasnya, Askolani mengatakan memang sempat mendengar hal tersebut dibeberapa negara dan dirinya menegaskan bahwa vaksin yang dilakukan di Banyuasin sama dan tidak dibeda-bedakan.

“Diikita belum ada, termasuk presiden, Gubernur, ini sama dan ini sudah teruji dan ini sudah ada penanggung jawab negara, tidak usah ragu-ragu lagi, ini juga secara agama halal, dan tidak ada alasan untuk ragu, ini tidak ada kendala apa-apanya setelah divaksin,”jelasnya.

Masih Kata Askolani, Angka Covid-19 di Banyuasin sekitar 500san, tetapi semua angka penurunan tinggi sebesar 90% lebih untuk kesembuhan dan Zona Banyuasin saat ini masih Zona range dan yang terpenting angka kesembuhan.

“Tapi kita gak terlalu perduli mau Orange dan merah, yang penting angka kesembuhan, karena kita berdekatan dengan Palembang, kalau Palembang Zona merah ya kita paling dibawahnya, yang penting angka kesembuhan,”pungkasnya.

Lporan : yansah